OPERASI PASAR TERBUKA

(PENGARUH SUKU BUNGA SBI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA)

Oleh: Alfiya Tur Rofi’ah (100231100059)/EP-A

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran mengenai dampak kebijakan pemerintah yang dilaksanakan khususnya dalam bidang ekonomi. Pertumbuhan ekonomi merupakam laju pertumbuhan yang dibentuk dari berbagai macam sektor ekonomi yang secara tidak langsung menggambarkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang terjadi.

Kuznets dan Sirojuzilam(2005:5) mendefinisikan pertumbuhan ekonomi sebagai “Kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu Negara untuk menyediakan semakin banyak barang kepada penduduknya, kemampuan ini bertambah sesuai dengan kemajuan teknologi dan penyesuaian kelembagaan dan ideologis yang diperlukan”.

Untuk dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi stabil tidaklah pekerjaan yang mudah untuk dilaksanakan, ini ibaratnya mata uang 2 sisi, kadang dicapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi tapi tidak stabil. Untuk mencapai inilah diperlukan kebijakan moneter.

Kebijakan moneter bertujuan mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang lebih baik dan atau diinginkan. Kondisi-kondisi tersebut diukur dengan menggunakan indicator-indikator makro utama seperti terpeliharanya pertumbuhan ekonomi yang baik, stabilitas harga umum yang terkendali, dan menurunnya tingkat pengangguran.

Sesuai dengan kondisi perekonomian masyarakat Indonesia yang kegiatannya bertumpu pada aset keuangan kredit perbankan, maka pemerintah perlu melaksanakan kebijakan moneter melalui pengelolaan atau pengaturan system perkreditan secara dinamis, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi struktur potensi ekonomi masyarakat daerah (resource base) yang akan digerakkan.

Kebijakan moneter tujuannya adalah untuk mencapai stabilisasi ekonomi. Berhasil tidaknya tujuan dari kebijakan moneter tersebut dipengaruhi oleh dua faktor, pertama: kuat tidaknya hubungan kebijakan moneter dengan kegiatan ekonomi tersebut, kedua: jangka waktu perubahan kebijakan moneter terhadap kegiatan ekonomi.

Berdasarkan uraian diatas, penulis mencoba menganalisa mengenai instrument kebijakan moneter mengenai operasi pasar terbuka.

1.2.   Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud kebijakan moneter dan apa tujuan dari kebijakan moneter?
  2. Bagaimana instrument kebijakan moneter tentang operasi pasar terbuka?seberapa besar pengaruh suku bunga SBI terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia?

1.3.   Tujuan

  1. Untuk mengetahui pengertian dan tujuan dari kebijakan moneter
  2. Untuk mengetahui instrument kebijakan moneter tentang operasi pasar terbuka dan seberapa besar pengaruh suku bunga SBI terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia

BAB II

PEMBAHASAN

2.1.   Pengertian Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu, seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, “margin requirement”, kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha melalui negoisasi dengan pemerintahan lain.

Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia memiliki kewenangan moneter melalui penetapan sasaran-sasaran moneter (seperti uang beredar atau suku bunga) dengan tujuan utama menjaga sasaran laju inflasi yang ditetapkan oleh pemerintah. Secara operasional, pengendalian sasaran-sasaran moneter tersebut menggunakan instrument-instrumen, antara lain operasi pasar terbuka dipasar uang baik rupiah maupun valuta asing, penetapan tingkat diskontro, penetapan cadangan wajib minimum, dan pengaturan kredit atau pembiayaan. Bank Indonesia juga dapat melakukan cara-cara pengendalian moneter berdasarkan Prinsip Syariah.

2.2.   Tujuan Kebijakan Moneter

Tujuan dari kebijakan moneter adalah sebagai berikut ini:

  1. Menjaga kestabilan ekonomi artinya pertumbuhan arus barang dan jasa seimbang dengan pertumbuhan arus barang dan jasa yang tersedia.
  2. Menjaga kestabilan harga yaitu harga suatu barang merupakan hasil interaksi antara jumlah uang yang beredar dengan jumlah uang yang tersedia dipasar.
  3. Meningkatkan kesempatan kerja yaitu pada saat perekonomian stabil pengusaha akan mengadakan investasi untuk menambah jumlah barang dan jasa sehingga adanya investasi akan membuka lapangan kerja baru sehingga memperluas kesempatan kerja mayarakat.
  4. Memperbaiki neraca perdagangan kerja masyarakat yaitu dengan jlan meningkatkan ekspor dan mengurangi impor dari luar negeri yang masuk kedalam negeri atau sebaliknya.

2.3.   Operasi Pasar Terbuka

Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government security). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintahan akan membeli surat berharga pemerintah. Namaun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SPBU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.

  1. 1.      Pengertian SBI

Sertifikat Bank Indonesia adalah surat berharga dalam rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan hutang berjangka waktu pendek dengan system diskonto. Sertifikat Bank Indonesia pada dasarnya adalah merupakan instrument investasi jangka pendek yang bebas resiko (risk free)

  1. 2.      Tujuan Penerbitan SBI

Sertifikat Bank Indonesia diterbitkan berdasarkan atas unjuk, yaitu terakhir membawa Sertifikat Bank Indonesia pada saat jatuh tempo maka dialah yang berhak mencairkannya.

Sebagai otoritas moneter, Bank Indonesia berkewajiban memelihara kestabilan nilai rupiah. Dalam paradigma yang dianut, jumlah uang primer (uang kartal+uang giral di Bank Indonesia) yang berlebihan dapat mengurangi kestabilan nilai rupiah. SBI diterbitkan dan dijual oleh Bank Indonesia untuk mengurangi kelebihan uang primer tersebut.

Pada dasarnya, dengan digunakannya SBI maka Bank Indonesia mempunyai alat dalam Operasi Pasar Terbuka walaupun tidak ada surat berharga pemerintah. Hal seperti ini juga dilakukan oleh beberapa Bank Sentral untuk menyedot kelebihan likuiditas perbankan jika kondisi moneter terlalu ekspansif. Perbankan dapat memanfaatkan kelebihan likuiditas yang dimiliki dengan membeli SBI jika dana tersebut tidak dipinjamkan ke masyarakat.

Dengan adanya SBI maka pemerintah dapat melakukan pengendalian jumlah uang beredar di masyarakat.

3. Dasar Hukum Penerbitan SBI

Surat keputusan Direksi Bank Indonesia No. 31/67/KEP/DIR tanggal 23 Juli 1998 tentang Penerbitan dan Perdagangan Sertifikat Bank Indonesia serta intervensi rupiah.

Sejalan dengan ide dasar penerbitan SBI sebagai salah satu operasi pasar terbuka, penjualan SBI diprioritaskan kepada lembaga perbankan. Meskipun demikian tidak tertutup kemungkinan masyarakat baik perorangan mauun perusahaan untuk memiliki SBI. Pembelian SBI oleh masyarakat tidak dapat dilakukan secara langsung dengan Bank Indonesia melainkan harus melalui Bank Umum serta pialang pasar uang dan pasar modalyang ditunjuk oleh Bank Indonesia.

4. Karakteristik SBI

  1. Jangka waktu maksimal 12 bulan dan sementara waktu hanya diterbitkan untuk jangka waktu 1 bulan dan 3 bulan.
  2. Denominasi dari yang terendah Rp.50 juta sampai dengan tertinggi Rp.100 milyar.
  3. Pembelian SBI didasarkan pada nilai tunai yang diperoleh dari rumus berikut ini:

Nilai Tunai =            Nilai Nominal x 360

360 + (Tingkat Diskonto) x (Jangka Waktu)

4. Pembelian SBI memperoleh hasil berupa diskonto yang dibayar dimuka. Besarnya diskonto adalah nilai nominal dikurangi dengan nilai tunai.

5. Pajak penghasilan (pph) atas diskonto dilakukan secara final sebesar 15%.

5. Tata cara transaksi SBI

  1. Penjualan SBI dilakukan melalui lelang
  2. Jumlah SBI yang akan dilelang diumumkan setiap hari Selasa
  3. Lelang SBI dilakukan setiap hari rabu dan dapat diikuti oleh seluruh bank umum, pialang pasar uang dan pialang pasar modal dengan penyelesaian transaksi hari Kamis.
  4. Dalam pelaksanaan lelang SBI, masing-masing peserta melakukan penawaran jumlah SBI yang ingin dibeli serta tingkat diskontonya. Pemenang lelang adalah peserta yang mengajukan penawaran tingkat diskonto terendah sampai dengan jumlah SBI lelang yang diumumkan tercapai. SBI tidak ditentukan oleh Bank Indonesia melainkan para peserta lelang itu sendiri. Semakin rendah tingkat diskonto yang ditawarkan oleh peserta maka semakin besar kemungkinan peserta tersebut memenangkan lelang.
  5. Untuk menjaga keamanan dari kehilangan atau pencurian serta untuk menghindari terjadinya pemalsuan, pihak pembeli SBI memperoleh Bilyet Depot Simpanan (BDS) sebagai bukti atas penyimpanan fisik warkat SBI pada Bank Indonesia tanpa dipungut biaya penyimpanan.

6. Hubungan suku bunga SBI dengan pertumbuhan ekonomi

Jika pemerintah ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan menmbah jumlah uang beredar, maka Bank Indonesia menarik SBI yang berada di tangan masyarakat, dengan cara membelinya. Agar semakin banyak SBI yang dijual, maka Bank Indonesia menurunkan tingkat bunga SBI. Jika Bank Indonesia ingin mengurangi jumlah uang beredar (kebijakan uang ketat atau tight money), maka pemerintah menarik jumlah uang beredar dari masyarakat dengan jalan membuat masyarakat semakin banyak membeli SBI. Agar masyarakat semakin tertarik untuk membeli SBI, maka Bank Indonesia menaikkan tingkat suku bunga SBI.

BAB III

PENUTUP

3.1.      Simpulan

Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu, seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman. Tujuan dari kebijakan moneter adalah menjaga kestabilan ekonomi, Menjaga kestabilan harga, Meningkatkan kesempatan kerja, Memperbaiki neraca perdagangan kerja masyarakat. Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government security).

3.2.   Saran

Bank Indonesia selaku pemegang otoritas yang mengambil kebijakan penuh terhadap kelangsungan perbankan di Indonesia harus menerapkan kebijakan-kebijakan yang bersifat suntainability atau berkelanjutan guna menciptakan lembaga keuangan yang berkualitas dalam melayani masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Mahendra, A. 2008. Analisis Kebijakan Moneter dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Universitas Sumatra Utara: Medan.

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06/kebijakan-moneter-derfinisi-dan.html

http://organisasi.org/definisi-pengertian-kebijakan-moneter-dan-kebijakan-fiskal-instrumen-serta-penjelasannya

http://organisasi.org/definisi-pengertian-kebijakan-moneter-dan-kebijakan-fiskal-instrumen-serta-penjelasannya

http://www.bi.go.id/web/id/Moneter/Tujuan+Kebijakan+Moneter/

 

About these ads

About alfiyamaharani

Hebat adalah sesuatu yang biasa yang dilakukan dengan cara luar biasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s