Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Pengelola Koperasi Terhadap Perkembangan Koperasi Unit Desa Di Kabupaten Nias

 

Yang melatarbelakangi peneliti melakukan penelitian ini adalah, peneliti melihat bahwa kondisi di daerah-daerah Pulau Jawa perkembangan ekonominya  jauh lebih cepat dibandingkan dengan daerah-daerah luar Jawa. Seperti halnya di Kabupaten Nias yang merupakan salah satu daerah yang paling tertinggal dibanding daerah lainnya di Provinsi Sumatera Utara.

Eksistensi KUD yang seyogianya merupakan institusi yang harus lebih dikembangkan, namun jumlahnya tidak merata pada masing-masing kecamatan dan sampai saat ini jumlah KUD yang ada di Kabupaten Nias hanya 17 KUD yang aktif sedangkan yang tidak aktif ada 7 KUD.

Harus di akui bahwa di indonesia perkembangan perkoperasian sangat lamban, walaupun perhatian pemerintah dinilai sudah cukup optimal, sehingga indikator faktor penyebab lambannya perkembangan perkoperasian di Indonesia diduga berkaitan dengan persoalan kualitas sumber daya manusia pengelola koperasi.

Oleh karena itu peneliti menginginkan, dalam konteks mengatasi ketimpangan pembangunan di Kabupaten Nias, upaya pembangunan koperasi, khususnya koperasi unit desa yang sejak lama telah terbentuk menjadi salah satu alternatif yang relevan.

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, masalah yang hendak diteliti dalam penelitian ini dapat dirumuskan menjadi “sejauhmana pengaruh kualitas sumber daya manusia pengelola koperasi terhadap perkembangan Koperasi Unit Desa di Kabupaten Nias”.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh institusi Koperasi Unit Desa yang masih aktif di Kabupaten Nias. Penelitian ini berbentuk eksplanasi dan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan instrumen kuesioner dan juga data sekunder.

Analisis didasarkan pada pengujian terhadap hubungan antara variabel kualitas SDM terhadap variabel perkembangan koperasi yang dikontrol dengan variabel institusi pemerintah, institusi swasta, perusahaan pribadi dan dukungan anggota KUD.

Hingga 31 Desember 2003, tercatat seluruh koperasi yang ada di Kabupaten Nias sebanyak 318 unit yang terdiri dari 24 unit KUD, dan 294 unit non KUD. Dari data ini dapat dilihat bahwa perhatian terhadap perkembangan KUD dari pemerintah Kabupaten Nias masih sangat rendah. Dan perkembangan koperasi terutama koperasi non KUD juga tidak merata di seluruh kecamatan, melainkan ada kecenderungan lebih terpusat pada ibukota kabupaten.

Berdasarkan wawancara bebas dan data-data sekunder diperoleh gambaran bahwa terbatasnya jumlah KUD disebabkan pendirian dan pengelolaanya lebih sulit dibandingkan dengan koperasi lainnya.

Salah satu pengurus mengungkapkan bahwa sulit mengumpulkan jumlah anggota yang terlalu banyak,  mereka hanya hadir ketika ada acara pengucuran usaha kredit tani atau adanya bantuan program dari pemerintah. Pengurus dan anggota koperasi juga beranggapan bahwa kemajuan koperasi sudah merupakan tanggung jawab pemerintah semata.

Selain anggota koperasi non KUD yang lebih sedikit ada alasan lain yang menyebabkan koperasi non KUD lebih berkembang di bandingkan dengan koperasi KUD yaitu  koperasi non KUD lebih gesit dan lincah dalam menagkap peluang-peluang terutama berkaitan dengan jasa-jasa perbankan. Dan banyak kasus membuktikan bahwa adanya kekuatan institusi koperasi non KUD dalam memperjuangkan kepentingan para anggotanya.

Berkenaan dengan kualitas SDMnya, tidak semua pengurus dan anggota koperasi mengetahui tentang kondisi koperasi melainkan hanya ketuanya saja yang dianggap harus mengetahui semuanya.

Dari 7 koperasi unit desa yang dijadikan sampel hanya 1 KUD yang memiliki anggota diatas 500 orang, yakni KUD Temani. 3 KUD yakni, KUD Serasih, Swadaya dan Masa Karya memiliki anggota 100 hingga 150 orang. Jumlah anggota yang dibawah 100 orang terdapat pada KUD Sinar Pagi, Sarunehe dan Harapan.

Dalam 3 tahun terakhir, yakni dari tahun 2001 hingga 2003 sebagian besar KUD tersebut mengalami perkembangan yang cukup lamban, selain itu terjadi pengurangan anggota pada KUD Temani. Namun hanya KUD Temani yang mengalami perkembangan dalam usahanya.

Dengan menggunakan metode chi-squere dapat diketahui bahwa asumsi kualitas SDM dapat memberikan variasi terhadap perkembangan koperasi unit desa tidak terbukti. Dengan kata lain faktor SDM pengurus koperasi tidak terbukti sebagai faktor yang dapat menentukan terjadinya variasi pada tingkat perkembangan koperasi unit desa. Dan dari analisa ini dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh dukungan pemerintah terhadap KUD. Perbedaan proporsi dukungan dari pemerintah tennyata terbukti signifikan, selain itu dukungan instansi juga terbukti signifikan. Dari hasil statistik diatas membuktikan bahwa variabel dukungan pemerintah dan instansi swasta merupakan salah satu faktor dari tingkat perkembangan KUD.

Dari hasil yang telah diperoleh Peneliti memberikan saran yaitu :

  1. Dalam upaya meningkatkan perkembangan KUD sangat perlu pemerintah membuat model pembinaan terhadap masyarakat koperasi.
  2. Menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah.
  3. Menjalin kerjasama dengan perusahaan besar.
  4. Mengembangkan manajemen yang profesional.

About alfiyamaharani

Hebat adalah sesuatu yang biasa yang dilakukan dengan cara luar biasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s